Laba Bersih Phapros Melesat Tajam 311,58%
Dari sisi penjualan, segmen obat generik berlogo menjadi penyumbang pendapatan terbesar, yakni Rp423,20 miliar. FOTO: Dok. PEHA
Jakarta, InvestorDailyOnline.com (INDOLINE) – Pada kuartal III, emiten farmasi, PT Phapros Tbk (PEHA) mencatat laba bersih konsolidasian Rp31,60 miliar atau meningkat 311,58% secara tahunan seiring pertumbuhan penjualan dan perbaikan margin laba. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta.
PT Phapros Tbk merupakan anak perusahaan PT Kimia Farma Tbk yang saat ini menguasai saham sebesar 56,7% dan sisanya dipegang oleh publik termasuk karyawan.
Menurut Direktur Utama Phapros, Intan Abdams Katoppo, perbaikan profitabilitas Perseroan tercermin dari margin laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang meningkat menjadi 15% dari sebelumnya 13,2%.
“Peningkatan margin EBITDA menunjukkan bahwa kami makin efisien dalam operasional,” ujarnya mantan Corsec Bank BNI dan mantan Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero) ini.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang belum diaudit, penjualan Phapros tumbuh 15,07% menjadi Rp786,57 miliar, dibandingkan dengan Rp683,58 miliar pada periode Januari–September 2025.
Sementara itu, EBITDA perseroan meningkat 30,26% menjadi Rp117,66 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi penjualan, segmen obat generik berlogo menjadi penyumbang pendapatan terbesar, yakni Rp423,20 miliar, meningkat dibandingkan pada periode Januari–September 2025, Rp358,03 miliar. Pertumbuhan penjualan juga diikuti kenaikan harga pokok penjualan (HPP) sebesar 11,04% menjadi Rp384,04 miliar dari sebelumnya Rp345,86 miliar.
Kenaikan HPP yang lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan membuat rasio HPP terhadap penjualan turun menjadi 48,8% dari sebelumnya 50,6%. Sejalan dengan itu, laba kotor perseroan meningkat 19,19% menjadi Rp402,53 miliar dibandingkan dengan Rp337,72 miliar, sedangkan margin laba kotor naik menjadi 51,2% dari 49,4%.
Di sisi lain, beban usaha perseroan turut meningkat 12,93% menjadi Rp321,15 miliar, dibandingkan dengan Rp284,37 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski beban usaha meningkat, Phapros membukukan laba usaha sebesar Rp80,97 miliar, naik 55,90% dibandingkan dengan Rp51,94 miliar pada Januari–September 2025.
Perseroan juga mencatat penurunan beban keuangan menjadi Rp34,27 miliar dari Rp38,03 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan perkembangan tersebut, laba sebelum pajak meningkat 233,59% menjadi Rp48,65 miliar dari Rp14,58 miliar, sedangkan laba bersih konsolidasian naik dari Rp7,68 miliar menjadi Rp31,60 miliar.
Intan menjelaskan, perbaikan kinerja perseroan didukung sejumlah langkah, antara lain penguatan modal kerja, pengendalian biaya, pengembangan portofolio produk dan bisnis, serta transformasi sistem dan proses bisnis sejak 2025. Menurut dia, pelaksanaan strategi tersebut terus dievaluasi secara berkala untuk menjaga kinerja operasional dan profitabilitas perusahaan.
“Kami optimis tren positif kinerja keuangan Phapros akan berlanjut hingga akhir tahun ini,” ujar dia.
Dari sisi arus kas, Phapros membukukan arus kas bersih aktivitas operasi sebesar Rp129,96 miliar, meningkat 142,85% dibandingkan dengan Rp53,51 miliar pada periode Januari–September 2025. Kas dan setara kas per 30 September 2026 mencapai Rp157,54 miliar, meningkat dibandingkan dengan Rp92,38 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
