Ditopang Pertumbuhan Penjualan, Laba Bersih SMGR Melonjak 363,1%

Ditopang Pertumbuhan Penjualan, Laba Bersih SMGR Melonjak 363,1%

SMGR membukukan lonjakan laba bersih sebesar 363,1% secara tahunan. FOTO: Dok. Indoline

Jakarta, InvestorDailyOnline.com (INDOLINE) – Pada kuartal III 2026, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG membukukan lonjakan laba bersih sebesar 363,1% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp532 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan unaudited yang dipublikasi di Jakarta, bru-baru ini.

Peningkatan profitabilitas tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan, pengendalian biaya operasional, serta penurunan beban keuangan di tengah tekanan kelebihan kapasitas industri semen domestik. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp27,67 triliun, meningkat 9,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA perseroan juga meningkat 8,4% yoy menjadi Rp3,56 triliun. Sementara itu, volume penjualan semen dan produk turunannya mencapai 27,87 juta ton. Direktur Utama SMGR, Indrieffouny Indra mengatakan, pertumbuhan kinerja tersebut merupakan hasil dari penguatan pasar, optimalisasi operasional, serta pengelolaan keuangan yang lebih disiplin.

Prodia

Menurutnya, SIG tetap menghadapi tantangan berupa kelebihan kapasitas industri semen domestik dan kenaikan biaya energi akibat dinamika geopolitik global."Di tengah tantangan overcapacity hingga peningkatan biaya energi, SIG menjalankan inisiatif strategis untuk mengamankan sektor penjualan dan pendapatan, mendorong efisiensi melalui operational excellence, serta pengelolaan keuangan yang baik," ujarnya.

Dari sisi pasar, SIG mencatatkan pertumbuhan penjualan domestik sebesar 4,2% yoy menjadi 22,27 juta ton. Segmen semen kantong menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 4,6%, sedangkan penjualan semen curah meningkat 2,9%. Peningkatan volume penjualan tersebut turut menopang pendapatan perseroan.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp21,55 triliun, naik 6,1% yoy atau lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Kondisi tersebut mencerminkan kontribusi efisiensi dalam menjaga profitabilitas di tengah kenaikan biaya energi dan peningkatan volume penjualan.

Selain itu, SIG berhasil menekan beban keuangan bersih sebesar 37% yoy. Penurunan beban tersebut turut memperkuat perolehan laba bersih perseroan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Indrieffouny menambahkan, optimalisasi program efisiensi, baik dari sisi pengendalian biaya maupun operasional, telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan profitabilitas.

Memasuki sisa 2026, SIG akan mengandalkan penguatan pasar domestik dan ekspor untuk menjaga pertumbuhan kinerja di tengah ketatnya persaingan industri semen. Perseroan melihat peluang permintaan semen masih terbuka seiring dengan meningkatnya aktivitas konstruksi. Sejumlah proyek yang berpotensi menopang permintaan antara lain program pembangunan 3 juta rumah, pembangunan infrastruktur nasional dan daerah, giant sea wall, serta investasi industri dan hilirisasi.

Selain itu, pembangunan sektor swasta seperti hunian vertikal, kawasan komersial, hingga pusat data atau data center juga dipandang menjadi sumber pertumbuhan permintaan semen. (AHM)