Lo Kheng Hong: Siapkan Ember Besar, Bursa akan Hujan Emas…

Lo Kheng Hong: Siapkan Ember Besar, Bursa akan Hujan Emas…

Lo Kheng Hong (kiri) menjadi pembicara di hadapan peserta Capital Market Summit Expo (CMSE) 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (5/11/2026). FOTO: InvestorDailyOnline/GAGARIN

Jakarta, InvestorDailyOnline.com (INDOLINE) – Investor ternama, Lo Kheng Hong “mewarning” segenap investor agar menyiapkan ember yang besar-besar, karena bakalan akan turun hujan emas. 

“Kalau menurut saya, IHSG kita sudah turun dari 9.000 dan sekarang di 5.000, tentunya harga saham menjadi sangat murah (undervalued). Sementara asing dari awal tahun sampai sekarang sudah menjual sahamnya,” ujar Lo  Kheng Hong dalam diskusi sesi 1 pada gelaran Capital Market Summit Expo (CMSE) 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Prodia

Saat ini aliran modal keluar (capital outflow) investor asing di pasar saham domestik telah menembus angka Rp 100 triliun.

 “Ketika asing ketakutan, dan saham sekarang murah, bagi Bursa Efek Indonesia saat ini sedang hujan emas. Oleh karena itu, siapkanlah ember yang besar untuk menampung hujan emas,” ujar Full-Time Value Investor yang juga Warren Buffett-nya Indonesia ini.

Lo menyarankan untuk mengoleksi saham-saham dalam jangka panjang (long-term). Lalu bagaimana cara mendapatkan saham yang bagus untuk dikoleksi, bagi pria yang sudah 37 tahun menjadi investor pasar modal ini punya trik tersendiri. Sangat sederhana,  melihat annual reportnya.

Pertama katanya, harus mengenali siapa pengendali perusahaan itu. “Apakah direksi atau komisarisnya orang jujur dan kompeten, saya tidak mau beli kucing dalam karung,”katanya.

Selain itu, lanjut Lo, juga harus melihat bidang usahanya yang baik. “Kalau bisa mencari perusahaan yang tidak bersaing dengan China dan India, tapi justru yang produknya dibeli oleh kedua negara itu,” katanya. Dia mencontohkan,  batu bara dan sawit. 

Kemudian, laba perusahaan juga perlu dicermati. “Perusahaan yang untungnya kecil, saya nggak mau beli (sahamnya), saya hanya mau membeli perusahaan yang cuannya besar dan bertumbuh,”ujarnya. 

Begitu pula, saham-saham yang perusahaannya bagus dengan valuasi murah.”Karena resikonya akan rendah,” katanya. Dan yang terakhir, tambah Lo, jika ingin membeli saham, lihatlah berapa dividen realnya. “Yang tinggi sampai 14 persen itu sangat nikmat,”ujarnya. 

"Sektor yang paling bagus adalah perbankan. Kemudian komoditas, terutama batu bara dan sawit yang memiliki prospek cerah untuk dikoleksi,” sarannya. (*)