Bisnis Properti Lesu Tekan Laba BSDE

 Bisnis Properti Lesu Tekan Laba BSDE

Meski secara tahunan masih terkontraksi, BSDE mulai menunjukkan perbaikan kinerja secara kuartalan. FOTO: Dok. Indoline

Jakarta, InvestorDailyOnline.com (INDOLINE) - Laba bersih PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) di kuartal tiga 2026 terkoreksi 38% menjadi Rp844,70 miliar dibandingkan laba priode yang sama tahun lalu Rp1,36 triliun. Penurunan laba disebabkan menyusutnya pendapatan usaha. Emiten properti ini mencatatkan pendapatan usaha senilai Rp7,54 triliun hingga kuartal III/2026."Realisasi ini turun 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp8,76 triliun," kata Direktur BSDE, Hermawan dalam siaran persnya di Jakarta.

Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba kotor BSDE terkoreksi 9% secara tahunan menjadi Rp5,03 triliun dari Rp5,55 triliun. Sementara itu, laba usaha mencapai Rp1,71 triliun, turun 20% dibandingkan Rp2,13 triliun pada September 2025. Tekanan kinerja juga tercermin pada laba bersih.

Adapun laba periode berjalan secara konsolidasian tercatat sebesar Rp995,10 miliar, turun 32,4% YoY dari Rp1,47 triliun. Dari sisi komposisi pendapatan, segmen pengembangan properti atau development revenues yang mencakup residensial, penjualan tanah, dan komersial masih menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 80% terhadap total pendapatan usaha. Adapun sekitar 20% sisanya berasal dari segmen pendapatan berulang atau recurring revenues.

Prodia

Namun, kinerja segmen residensial masih menjadi pemberat. BSDE mencatatkan pendapatan residensial sebesar Rp2,36 triliun, turun 30% dibandingkan Rp3,37 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, segmen komersial menunjukkan pertumbuhan positif. Pendapatan dari segmen ini mencapai Rp2,73 triliun, meningkat 21% dibandingkan Rp2,26 triliun pada September 2025.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan pengakuan penjualan rumah toko (ruko) yang mencapai Rp2,28 triliun, naik 37% dibandingkan Rp1,67 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di luar pengembangan properti, segmen recurring revenues juga menjadi penopang kinerja perseroan. Pendapatan berulang BSDE tumbuh 19% secara tahunan menjadi Rp1,53 triliun dari Rp1,29 triliun.

Kontribusi tersebut antara lain berasal dari pendapatan sewa sebesar Rp909 miliar, meningkat 19% YoY. Pendapatan sewa ruang perkantoran tumbuh 15% menjadi Rp467 miliar, sedangkan pendapatan sewa mal dan lainnya meningkat 22% menjadi Rp442 miliar. Pendapatan dari layanan operasional jalan tol juga tumbuh 20% menjadi Rp90 miliar. Peningkatan ini sejalan dengan kenaikan volume lalu lintas di Jalan Tol Serpong-Balaraja serta beroperasinya tambahan ruas Tol Serpong-Balaraja Seksi 1B.

Meski secara tahunan masih terkontraksi, BSDE mulai menunjukkan perbaikan kinerja secara kuartalan. Pendapatan usaha pada kuartal III/2026 meningkat 17% menjadi Rp2,79 triliun dibandingkan Rp2,38 triliun pada kuartal II/2026. Dari sisi profitabilitas, perseroan juga mampu mempertahankan margin laba kotor sebesar 67%, meningkat dibandingkan 63% pada kuartal III/2025.

Namun, margin laba usaha tercatat sebesar 23%, sedikit lebih rendah dibandingkan 24% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pengelolaan beban turut menjadi salah satu strategi perseroan menjaga profitabilitas. BSDE berhasil menurunkan beban umum dan administrasi sebesar 7% secara tahunan, terutama ditopang oleh efisiensi biaya teknologi informasi (IT). Beban pajak final juga turun 20%, meskipun beban penjualan meningkat 7%.

Dari sisi neraca, jumlah aset BSDE per September 2026 mencapai Rp81,45 triliun, meningkat 3% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp79,27 triliun. Jumlah liabilitas tercatat Rp28,18 triliun atau naik 6%, sedangkan ekuitas mencapai Rp53,26 triliun, meningkat 1%. (AHM)