Kimia Farma Berhasil Pangkas Rugi 94%

Kimia Farma Berhasil Pangkas Rugi 94%

Kimia Farma memiliki peran strategis sebagai tulang punggung ketahanan kesehatan nasional. FOTO: Dok. KF

Jakarta, InvestorDailyOnline.com (INDOLINE) - Emiten farmasi, PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) masih membukukan rugi sebesar Rp13 miliar atau berhasil dipangkas 94% dari rugi di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp234 miliar. 

Direktur Utama KAEF Djagad Prakasa Dwialam mengatakan,  kerugian yang berhasil dipangkas ini berkat transformasi bisnis, efisiensi operasional, serta penguatan fundamental dan keuangan perusahaan. 

“Penurunan rugi bersih tersebut merupakan perkembangan penting dalam perjalanan transformasi Kimia Farma," ujarnya, dikutip dalam siaran pers perseroan di Jakarta.

Selain itu, perbaikan kinerja keuangan yang signifikan terlihat  dari laba usaha dan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA). Dia menyampaikan, pihaknya juga mampu mempertahankan angka penjualan sebesar Rp7 triliun. Perseroan berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp227 miliar, meningkat 129,31% yoy dibandingkan Rp99 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Prodia

EBITDA juga tumbuh 32,04% yoy menjadi Rp503 miliar dari Rp381 miliar pada kuartal III 2025. Sementara itu, rugi bersih berhasil ditekan dan menyusut menjadi Rp13 miliar atau membaik Rp221 miliar dibandingkan rugi bersih Rp234 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut mencerminkan kemajuan dalam pelaksanaan transformasi bisnis dan keuangan perseroan, khususnya melalui penguatan kinerja operasional, peningkatan efisiensi, dan optimalisasi pengelolaan sumber daya. Perbaikan pada indikator laba usaha dan EBITDA juga menjadi bagian penting dari upaya Kimia Farma untuk memperkuat fundamental bisnis serta menjaga momentum pemulihan kinerja secara berkelanjutan.

Dia menyampaikan, kinerja hingga Triwulan III 2026 menunjukkan perkembangan positif dari proses transformasi yang sedang dijalankan perseroan.

“Kinerja Perseroan sampai dengan Triwulan III 2026 menunjukkan bahwa proses menuju turnaround terus berjalan dengan arah yang positif," ujarnya.

Pertumbuhan laba usaha sebesar 129,31% dan EBITDA sebesar 32,04%, kata dia, mencerminkan perbaikan fundamental kinerja operasional serta hasil dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis. Perseroan bukan hanya memperbaiki capaian keuangan dalam jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang lebih sehat, memperkuat disiplin operasional, dan meningkatkan daya saing agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Untuk menjaga keberlanjutan perbaikan kinerja, Kimia Farma telah dan terus menjalankan transformasi melalui enam pilar utama, yaitu ketahanan modal kerja, penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Selanjutnya digitalisasi proses bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG), serta sinergi antar entitas Kimia Farma Grup.

Pada aspek keuangan, perseroan terus memperkuat pengelolaan modal kerja dan likuiditas agar kegiatan operasional dapat berjalan lebih efektif. Dari sisi operasional, peningkatan efisiensi dan produktivitas dilakukan melalui pengendalian biaya, optimalisasi pemanfaatan aset, serta penguatan pengelolaan portofolio produk dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar dan kontribusinya terhadap kinerja bisnis.

Sementara itu, digitalisasi proses bisnis, peningkatan kompetensi SDM, dan penguatan tata kelola menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih adaptif, produktif, dan akuntabel. Sinergi antarentitas Kimia Farma Grup juga terus didorong untuk mengoptimalkan kapabilitas yang dimiliki, memperkuat koordinasi, serta menciptakan nilai tambah bagi Perseroan secara keseluruhan. Memasuki kuartal IV 2026, perseroan melanjutkan transformasi tata kelola dan penguatan fundamental bisnis sebagai prioritas utama.

Pembenahan diarahkan pada penguatan pengendalian internal, pengelolaan risiko, disiplin pengambilan keputusan, serta akuntabilitas untuk mendukung pengelolaan perusahaan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Pada aspek bisnis dan keuangan, perseroan melanjutkan penguatan pengelolaan modal kerja dan likuiditas, pengendalian biaya, peningkatan produktivitas aset, serta optimalisasi portofolio produk.

Sebagai bagian dari Bio Farma Group dalam ekosistem Danantara Indonesia, Kimia Farma memiliki peran strategis sebagai tulang punggung ketahanan kesehatan nasional. Karena itu, perseroan terus memperkuat sinergi bisnis dan rantai pasok untuk mendukung efisiensi serta ketersediaan produk dan layanan kesehatan.