Blue Bird Bukukan Pendapatan Rp4,57 Triliun

Layanan taksi masih menjadi tulang punggung pendapatan BIRD dengan kontribusi sekitar 70% terhadap total pendapatan
Blue Bird Bukukan Pendapatan Rp4,57 Triliun

layanan taksi masih menjadi tulang punggung pendapatan BIRD dengan kontribusi sekitar 70% terhadap total pendapatan. - Dok. Indoline

Jakarta, InvestorDailyOnline.com - PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan pertumbuhan kinerja positif hingga kuartal III/2026. Emiten taksi ini membukukan pendapatan sebesar Rp4,57 triliun per September 2026, meningkat 10,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Seperti dikutip dalam siaran persnya di Jakarta, Direktur Utama Blue Bird, Andre Djokosoetono mengatakan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh penguatan bisnis taksi dan non taksi yang masing-masing mencatatkan kenaikan pendapatan dua digit.

"Di tengah dinamika industri mobilitas, Bluebird juga terus mengoptimalkan produktivitas armada dan memperluas jangkauan layanan untuk menjaga momentum pertumbuhan," ujarnya.

Dari sisi profitabilitas, BIRD membukukan laba bersih sebesar Rp474 miliar hingga September 2026. Sementara itu, EBITDA secara kumulatif mencapai Rp1,09 triliun, tumbuh 9,8% secara tahunan (year-on-year/YoY). Khusus kuartal III/2026, EBITDA meningkat sekitar 16% YoY menjadi Rp377,5 miliar.

Prodia

Andre, sapaan akrabnya, mengatakan, perseroan berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, produktivitas operasional, dan kualitas layanan.

"Kami terus mengoptimalkan pemanfaatan armada, menyesuaikan ketersediaannya dengan kebutuhan pelanggan, serta mengembangkan pilihan layanan yang relevan. Dengan pendekatan ini, kami ingin memastikan pertumbuhan yang dicapai dapat menjadi fondasi bisnis yang sehat dan berkelanjutan," imbuhnya

Secara segmen, layanan taksi masih menjadi tulang punggung pendapatan BIRD dengan kontribusi sekitar 70% terhadap total pendapatan. Segmen ini mencatatkan pertumbuhan 11,1% YoY. Adapun bisnis non-taksi yang mencakup layanan shuttle, rental mobil dan bus, serta layanan mobilitas lainnya berkontribusi sekitar 30% terhadap pendapatan, dengan pertumbuhan 10,1% YoY.

Untuk memperkuat bisnis taksi, Bluebird memperluas portofolio layanan melalui peluncuran Bluebird Prime sejak Juli 2026. Layanan tersebut melengkapi pilihan taksi Bluebird dan Silverbird dengan menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman. Hingga saat ini, jangkauan operasional Bluebird Prime telah mencakup enam wilayah, yakni Jadetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Bali, dan Semarang.

Sementara itu, pada segmen non-taksi, Cititrans mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada kuartal III/2026 melalui optimalisasi jadwal keberangkatan, utilisasi armada, dan efisiensi layanan. Bigbird juga membukukan peningkatan permintaan dari pelanggan korporasi dan perjalanan rombongan.

Di sisi distribusi, Blue Bird memperkuat strategi multi channel melalui aplikasi MyBluebird, kemitraan dengan platform pemesanan digital, serta jaringan pangkalan yang luas. Strategi ini ditujukan untuk memperluas akses pelanggan sekaligus meningkatkan ketersediaan armada.

Perseroan juga mengoptimalkan pengelolaan siklus hidup kendaraan. Hingga kuartal III/2026, keuntungan dari penjualan aset tetap meningkat 38,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Memasuki kuartal IV/2026, Bluebird menyiapkan kapasitas dan kesiapan operasional untuk menangkap peluang permintaan dari perjalanan akhir tahun, normalisasi aktivitas pendidikan, serta penambahan armada.

Andre menegaskan perseroan akan terus memperkuat kemampuan operasional dan mengembangkan layanan sesuai kebutuhan pelanggan, dengan dukungan pengemudi profesional, armada terawat, dan sistem mobilitas terintegrasi. (AHM)