Cinema XXI Raih Pendapatan Rp4,2 Triliun
Ilustrasi layanan XXI. FOTO: Dok. CNMA
Jakarta, InvestorDailyOnline.com (INDOLINE) - Hingga kuartal tiga 2026, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI membukukan pendapatan sebesar Rp4,2 triliun dan laba bersih sebesar Rp416,3 miliar. Selain itu, perseroan mencatatkan EBITDA sebesar Rp1,2 triliun dan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp931,4 miliar hingga kuartal ketiga 2026. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
Perseroan mengungkapkan, kinerja ini ditopang oleh bisnis penjualan tiket bioskop, makanan dan minuman (Food & Beverages/F&B), serta pengembangan sumber pendapatan lain melalui bisnis periklanan dan platform digital. Selama sembilan bulan pertama 2026, penjualan tiket bioskop menyumbangkan pendapatan sebesar Rp2,5 triliun atau sekitar 59,1% dari total pendapatan perseroan. Sementara itu, bisnis F&B membukukan pendapatan Rp1,4 triliun, setara dengan sekitar 34,7% dari total pendapatan.
Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman mengungkapkan, di tengah tantangan ekonomi global dan kondisi makroekonomi yang turut memengaruhi daya beli masyarakat, Cinema XXI menilai pentingnya menjaga affordability.
“Dengan memperhatikan dinamika ekonomi, kami berupaya meminimalisasi kenaikan harga tiket. Hal ini bertujuan agar bioskop kami tetap dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang imersif dan berkualitas,” ujar Suryo.
Kinerja perseroan pada kuartal III tahun 2026 menunjukkan peningkatan dibandingkan kuartal III tahun lalu, di mana pendapatan tumbuh sebesar 7,5% YoY menjadi Rp1,5 triliun dibandingkan Rp1,4 triliun pada kuartal III tahun 2025 (Juli - September 2025). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan pendapatan makanan dan minuman (F&B) sebesar 13,9% YoY, sejalan dengan kenaikan rata-rata belanja F&B per penonton sebesar 15,8% YoY.
Pendapatan dari penjualan tiket relatif stabil, dengan average ticket price (ATP) meningkat sebesar 2% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025, didorong oleh peningkatan okupansi di studio premium, yaitu The Premiere dan IMAX®. EBITDA tumbuh 14,0% YoY pada kuartal III tahun 2026 dengan marjin EBITDA yang naik menjadi 32,1% dibandingkan 30,3% di kuartal III tahun 2025.
Secara keseluruhan, pencapaian kuartal III 2026 menunjukkan upaya Perseroan dalam mempertahankan kinerja operasional yang positif di tengah dinamika ekonomi. Cinema XXI juga terus mengembangkan sumber pendapatan lainnya, termasuk advertisement dan digital platform.
Pada kuartal ketiga 2026, pendapatan lainnya tumbuh 59,1% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Segmen pendapatan lainnya berkontribusi sebesar 6,5% dari pendapatan perseroan sepanjang Juli-September 2026 dibandingkan 4,4% di periode yang sama tahun lalu.
Cinema XXI akan membagikan dividen interim sebesar Rp4 per saham, dengan total nilai dividen sebesar Rp333,1 miliar. (AHM)