Meski IHSG Menguat 5.050,42, Pasar Ragu Ada Sentimen Negatif Global
JAKARTA, InvestorDailyOnline.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (6/11/2026). IHSG ditutup menghijau pada level 5.050,42, atau naik 0,40% meski dalam perdagangan sempat melemah, dan bergerak pada kisaran 4.925-5.050.
“Pergerakan IHSG seharian mencerminkan pasar yang masih ragu-ragu. IHSG sempat tertekan di awal perdagangan karena sentimen negatif dari bursa global dan Asia, ditambah aksi ambil untung setelah penguatan beruntun dua hari sebelumnya,” kata Analis Arief Budiman dari Riset Pasar Dana.
Menjelang sore, IHSG berbalik arah dan ditutup menguat 0,40% ke level 5.050,43, didukung sentimen domestik berupa pertumbuhan ekonomi kuartal III yang melampaui ekspektasi (5,47% yoy) dan juga cadangan devisa Oktober yang tumbuh menjadi US$146,8 miliar (vs YS$146,3 miliar pada September), serta pergerakan harga minyak dunia.
Meski ditutup hijau, kenaikannya terlihat belum merata. Penguatan lebih ditopang saham-saham big caps, terutama perbankan, sedangkan 381 saham masih turun dibanding 192 saham yang naik. Artinya, investor masih selektif dan belum agresif masuk pasar.
”Untuk ke depan, saya melihat pasar akan cenderung wait and see menunggu rilis MSCI pekan depan, tepatnya pada 11 November 2026 setelah pukul 23.00 Waktu Eropa Tengah (CET), atau pada 12 November 2026 pukul 05.00 WIB. Sentimen ini sudah membayangi sejak MSCI membuka konsultasi terkait usulan reklasifikasi pasar Indonesia menjadi Standalone Market,” tutur Arief.
Selama belum ada kejelasan, pelaku pasar kemungkinan menahan diri dan pergerakan IHSG akan cenderung fluktuatif mengikuti sentimen global dan harga komoditas. (FSP)
