Kontributor terbesar pendapatan MIKA datang dari operasional RS di kawasan Jakarta dan Jawa Barat. FOTO: Dok. MIKA
Jakarta, InvestorDailyOnline.com (INDOLINE) – Selama periode sembilan bulan tahun ini, emiten pengelola rumah sakit, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) membukukan kinerja solid. MIKA membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp1,08 triliun per September 2026. Realisasi tersebut mengalami kenaikan 6,67% YoY dari Rp1,01 triliun pada periode sama, tahun lalu.
Dalam siaran persnya di Jakarta, perseroan mengungkapkan, pendapatan tercatat senilai Rp4,26 triliun sepanjang Januari—September 2026, naik 7,20% year-on-year (YoY) dari Rp3,98 triliun pada periode yang sama, 2025. Kontributor terbesar pendapatan MIKA ini datang dari operasional RS di kawasan Jakarta dan Jawa Barat dengan torehan hingga Rp3,23 triliun.
Sementara, kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur berkontribusi Rp1,03 triliun dan segmen lain-lain senilai Rp24,75 miliar. Sejalan dengan naiknya pendapatan perseroan, MIKA turut membukukan beban pokok pendapatan yang meningkat menjadi Rp1,96 triliun per September 2026, dari Rp1,79 triliun pada Januari—September 2025.
Dari sisi neraca keuangan, MIKA membukukan total aset yang bertumbuh dari Rp9,26 triliun pada Desember 2025 menjadi Rp9,83 triliun per September 2026. Kenaikan aset tersebut terutama disebabkan oleh naiknya aset tidak lancar perseroan dari Rp5,58 triliun menjadi Rp6,07 triliun pada September 2026.
Sementara itu, MIKA membukukan liabilitas senilai Rp1,13 triliun per September 2026, membengkak dari Rp1,09 triliun pada Desember 2025. Sejalan dengan itu, MIKA juga turut membukukan total ekuitas yang bertumbuh menjadi Rp8,69 triliun per September 2026, naik dari Rp8,17 triliun pada Desember 2025. (AHM)