Komoditas karet berkontribusi 3% atau sebesar Rp58 miliar bagi UNSP. FOTO: Dok. Indoline
Jakarta, InvestorDailyOnline.com (INDOLINE) - Di kuartal tiga 2026, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP) membukukan kenaikan penjualan sebesar 19% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp2,21 triliun. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, kemarin, penjualan perseroan ditopang oleh komoditas kelapa sawit senilai Rp2,15 triliun atau menyumbang 97% dari total pendapatan.
Sementara itu, perseroan mencatat komoditas karet berkontribusi 3% atau sebesar Rp58 miliar. Seiring pertumbuhan penjualan, laba kotor perseroan naik 4% YoY menjadi Rp598 miliar. Meski laba operasi terkoreksi 10% YoY menjadi Rp281 miliar dan EBITDA turun 3% YoY menjadi Rp419 miliar, UNSP menekan rugi bersih menjadi Rp43 miliar dari rugi bersih periode sama tahun sebelumnya senilai Rp63 miliar.
Sementara itu, hingga akhir 2026, perseroan membidik target penjualan berkisar Rp3 triliun serta memproyeksikan pencapaian laba bersih. Target tersebut disokong oleh optimalisasi pengolahan tandan buah segar (TBS) dari kebun sendiri maupun pembelian dari kebun plasma dan pihak ketiga.
Direktur & Investor Relations UNSP Andi W. Setianto mengatakan, perseroan mengoptimalkan produktivitas aset kebun melalui replanting dan bibit unggul bersertifikasi yang berpotensi menghasilkan 10 ton CPO per hektare per tahun.“Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan hasil produksi ton CPO per hektar dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang telah dimiliki,” ujar Andi.
Selain perbaikan operasional, struktur permodalan UNSP juga membaik signifikan. Ekuitas perseroan sukses berbalik positif menjadi Rp2,77 triliun per 30 September 2026, dari sebelumnya defisit Rp5,27 triliun pada akhir 2025. Pemulihan ekuitas didorong aksi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) melalui konversi utang menjadi saham senilai Rp4,35 triliun serta revaluasi aset tanah dan tanaman produktif Rp3,74 triliun.
Dampak dari perbaikan permodalan tersebut mendorong total aset perseroan melonjak 115% sejak awal tahun (year to date/ytd) menjadi Rp7,49 triliun dari posisi akhir 2025 senilai Rp3,49 triliun. Sementara itu, total liabilitas perseroan berhasil ditekan turun 46% ytd dari Rp8,76 triliun menjadi Rp4,72 triliun.
Direktur Utama UNSP, Bayu Irianto menyatakan, perbaikan produktivitas dan struktur modal akan menjadi landasan pertumbuhan kinerja ke depan."Kami optimistis dalam jangka menengah dan panjang perseroan akan kembali bangkit menemukan momentum yang terbaik menjadi salah satu perusahaan perkebunan yang memiliki fundamental bisnis yang kuat," kata Bayu. (AHM)